Chapter 2 - Chat Of Attraction
Sheila tercenung….
Bukan melamun karena mikirin sang pujaan hati yang pasti siang begini masih tidur gara-gara aktivitasnya yang mirip kelelawar, pagi tidur, malem kerja.
Sheila sebearnya sedang kehabisan ongkos bertahan hidup alias kehabisan uang saku untuk hari ini.
“La, nagapin ngelamun di bawah pohon? Kesambet baru tau rasa!” Keken mengingatkan setelah membeli Cireng - sejenis makanan yang terbuat dari tepung- di depan gerbang sekolah. Makanan jaman SD itu masih tetap memiliki penggemar tersendiri karena murah dan menggemaskan.
“Oh, ndak, aku lagi mikir negara aja, bantuin Pak Dhe SBY” Sheila membela diri. Tapi tetap saja dengan alasan yang tidak masuk akal. “Plis deh, kamu laper yah? Pasti kehabisan ongkos lagi! Makanya, jangan kebiasaan blanja kosmetik pas baru dapet duit” Keken menceramahi, Sheila melengos, “Teserah donk, kahn re-seller kosmetik,” Ia tak mau kalah.
“Iya, tetep aja, ujung-ujungnya juga dipake dewe kahn, yang katanya bagus lah, yang katanya lucu lah! Dasar kamu!” cibir Keken sangsi. Sheila cemberut.
“Kamu nyidang aku apa pamer cireng sih sebenernya?” protes Sheila yang langsung ditanggapi cengengesan oleh Keken.
“Nih, aku kan baik hati,” ujarnya seraya menyodorkan Cireng yang masih mengepulkan asap itu.
“Panas, Mbak yu!!” Sheila manyun karena menerimanya dengan tangan kosong, ternyata makanan ringan yang disodorkan Keken itu masih baru mentas dari penggorengan. “Lha, sapa suruh ndak pake tusuk,” Keken mengingatkan tapi telat. Sheila menjitaknya gemas. Tak lama, ia teringat akan Ymnya yang masih online.
“Loh, ada yang add aku nih, kiwi_85″ Sheila menyebutkan pemilik id yang mengaddnya.
“Ada apa, La?” Keken penasaran melihat makhluk berjilbab itu mengernytikan alis yang setahunya, Sheila hanya berakting begitu jika ada banci yang mengejar mbak-mbak sambil berteriak ‘balikin pacarku!’
“Ndak, ini loh ada yang add YMku, hm, sapa yah?”
Untuk menghilangkan rasa penasarannya, Sheila mulai bercakap dengan pemilik id bernuansa buah tersebut.
Pinkiesh666 : Sapa yah?
Kiwi_85 : Hai! Aku Gembel, anak KPC nih…..
Pinkiesh666 : Oh, anak KPC juga…bdw, Tau id-ku darimana?
Kiwi_85 : Dari blogmu lah, nampang gitu
Pinkiesh666 : Jadi malu.. :”>
Kiwi_85 : Eh, bentar yakz…aku ada urusan, nanti disambung lagi! Bye….
Pinkiesh666 :Byeee..
“Sapa, La?”
“Oh, anak Kota Pahlawan Dot Com ternyata, hm, kayaknya aku tau deh, Gembel ini…Yang punya Gembel dot Com itu loh!” Sheila akhirnya teringat pernah meninggalkan komen di Blog yang authornya membuatnya penasaran.
“Gembel dot Com? Hmpf..” Keken menahan tawa mendengar nama domain yang menurutnya tidak menjual sama sekali itu.
“Masa gara-gara aku ninggalin komen itu yah, dia add YMku?” Sheila megelus-elus janggut, gatal.
“Hm, terserahlah, udah mau masuk nih. Kamu udah solat belum?” Keken mengingatkan. Sheila yang memang Ratu Molor itu selalu saja menunda-nunda waktu solat sampai pada akhirnya harus masuk kelas telat dan menuai omelan guru-guru. Sekolah Sheila menerapkan sistem Full Day School yang dimulai pukul 06.45 dan berakhir pukul 16.00, sehingga mengharuskan siswanya membawa peralatan sholat karena pada jam istirahat ke dua selalu dilakukan solat dhuhur berjamaah. Tapi si bandel Sheila hobi melewatkan even tersebut dan berencana solat sendiri pada detik-detik terakhir sebelum bel masuk benar-benar dibunyikan.
“Aku solat dulu yah! Kamu duluan aja!” instruksi Sheila pada Keken yang memang nonmuslim itu. Secepat kilat Sheila meluncur ke Masjid yang masih dalam tehap renovasi, rencananya bangunan sakral itu akan diperluas, terutama pada kawasan ‘akhwat’- sebutan untuk perempuan dalam bahasa arab- nya.
-XOXO-
August 25th, 2008 at 4:31 pm
cerpenkah ini?
August 26th, 2008 at 12:09 pm
iya dunkz. tapi dari ‘real story’
August 28th, 2008 at 4:15 am
dialognya runtut dan mantab. narasi yang bagus. selamat menyongsong kehadiran bulan suci, mohon maaf lahir dan batin.
September 2nd, 2008 at 12:53 pm
@ sawali: hihi, makasih pak….
selamat berpuasa juga dari kami
September 18th, 2008 at 1:45 pm
Hi
You shoud be the journalist with your nice talent